Komodo Labuan Bajo Flores, Wisata ke Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Kalong

Komodo Labuan Bajo Flores, Wisata ke Pulau Padar, Pink Beach, Pulau Kalong

Hallo teman-teman semuanya, selamat datang kembali di Ceritaku Ceritamu bersama saya Franny Constantina. Video kali ini, merupakan lanjutan dari video sebelumnya Kali ini kita akan berlayar kembali menuju pulau-pulau berikutnya di perairan Taman Nasional Komodo — langsung saja kita saksikan tayangannya Kapal PHINISI yang kami naiki mulai kembali berlayar dari Pulau Kelor dengan destinasi berikutnya ke Pulau Padar. Pulau padar ini merupakan Pulau ke 3 terbesar di Labuan Bajo Sepanjang perjalanan menuju Pulau Padar, kami hanya beristirahat saja di kapal karena lelah setelah banyak melakukan aktifitas di Pulau sebelumnya yaitu pulau Kelor Dan tentunya kita juga harus mempersiapkan tenaga dan persiapan fisik yang ekstra karena setibanya di Pulau Padar nanti, kita harus mulai perjuangan baru dengan trekking naik keatas bukit Pulau Padar. Tiba di Pulau Padar hari sudah menjelang sore, segera kami berkemas agar peralatan memotret tidak ketinggalan dan siap untuk merapat ketepi pantai dengan menggunakan boat kecil.

Perjuangan untuk naik keatas bukit pulau padar pun dimulai. Kita harus berjuang selangkah demi selangkah menaiki anak tangga yang entah berapa ratus anak tangga jumlahnya ini, tinggi sekali Sesekali saya berhenti untuk istirahat sejenak, sambil memotret keadaan sekitar, agar tetap semangat untuk dapat mencapai puncak Pulau Padar Setibanya di puncak, semua rasa letih dan lelah pun sirna, karena kita disambut dengan pemandangan Pulau Padar yang luar biasa indahnya Semua rasa lelahpun terbayar lunas Tak lama kemudian, langit pun berubah kemerahan , pertanda senja mulai tiba Ini merupakan saat yang ditunggu-tunggu Karena menikmati matahari terbenam di puncak ini merupakan sebuah momen yang luar biasa Tak lupa juga kami berfoto selfi agar dapat mempunyai
kenangan indah ketika berada di Pulau Padar ini. Ketika waktunya untuk kembali ke kapal pun, kami tidak lupa juga memotret Milky Way yang diambil dari area dermaga. Keesokan harinya, kembali lagi naik keatas Pulau Padar untuk mengabadikan momen saat Matahari terbit Tentunya kami akan motret dari sisi yang berbeda Pagi-pagi subuh, kami sudah bangun dan naik kapal kecil lagi untuk merapat ke pantai. Setibanya diatas bukit, kamimasing-masing sibuk mencari spot photo yang terbaik untuk memotret Ketika hari sudah semakin siang, tampak banyak pengunjung lain mulai berdatangan, dan gantian kami turun kembali ke kapal untuk sarapan, mandi dan istirahat sejenak sambil menyiapkan fisik agar tetap fit dan semangat tiba di destinasi berikutnya yaitu Pulau Komodo.

Dari kejauhan sudah terlihat dermaga pulau komodo dengan pemandangannya yang indah. Sepertinya masing-masing pulau di sekitar Taman Nasional komodo ini, mempunyai keindahan alam dan daya tarik sendiri-sendiri Pulau Komodo adalah pulau terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo dan merupakan tempat habitat asli Komodo. Turun dari kapal, Dengan penuh semangat kamipun berjalan beriringan dari dermaga masuk ke area
kawasan Taman Nasional Komodo ini Meskipun Cuaca terasa cukup panas, namun terasa teduh, karena banyak pohon2 rindang disepanjang jalan dan juga toko2 cinderamata yg berjejer hingga kami tiba di pos pertama untuk membayar tiket masuk .

Disini kita akan dijelaskan beberapa peraturan yang harus di taati saat melakukan trekking. Ada satu hal penting khusus untuk Wanita. Apabila sedang menstruasi harus melapor pada pemandu lokal, agar dapat lebih lagi diperhatikan ketika sedang trekking. Karena Komodo ini indra penciumannya sangat tajam, dan juga dapat menjadi lebih agresif jika mencium bau darah. Kami sepakat memilih trekking jarak pendek saja, yang dapat ditempuh paling lama sekitar 1 jam, dan dikawal dengan 2 orang pemandu Lokal untuk menemani dan menjaga rombongan selama trekking Satu pemandu lokal berjalan dibelakang, dan satu lagi di depan rombongan Pemandu lokal ini sudah terlatih menghadapi Komodo, mereka dilengkapi dengan senjata untuk menghadapi Komodo berupa Tongkat bercabang Sepanjang trekking yang dipenuhi dengan pohon-pohon rindang dan semak belukar, kami semua diwarnai dengan perasaan deg-degan namun juga penasaran Banyak rambu-rambu terpasang disepanjang jalan ini, dan kita harus mematuhi rambu tersebut, salah satu diantaranya : Sssst Jangan berisik.. Nah Ini artinya kita tidak boleh ribut, karena disekitar ini biasanya menjadi tempat komodo berjemur sambil tetap mengintai mangsanya. Kita harus benar-benar jeli melihatnya, karena bentuk tubuhnya kadang-kadang menyerupai batang bambu. Jadi kami semua harus selalu tetap waspada Jangan sampai mengusik Komodo yang sedang berjemur itu Biasanya pemandu lokal tersebut, akan memberi tahu kamiapabila ditempat sekitar ada Komodo nya Bahkan sesekali terlihat komodo yang sedang berjalan, inipun mampu membuat kami semua menahan napas, tak bersuara, juga tak bergerak diikuti perasaan takjub sekaligus takut juga Benar-benar pengalaman yang luar biasa mencekam pastinya, antara takut tapi juga niat penuh untuk melihat binatang yang dilindungi ini.

Tetap harus selalu hati-hati, tidak boleh memisahkan diri dari rombongan. Karena meskipun gerakan komodo itu terlihat lambat dan malas, namun apabila terusik, hewan inipun dapat tiba-tiba menjadi agresif dan bergerak dengan cepat Dan yang jangan sampai terlupa juga, disini kita bisa berfoto juga bersama Komodo, yaitu foto dibelakang Komodo. Namun tetap harus mengikuti peraturan dan aba-aba yang diberikan dari pemandu lokalnya Sebelum naik kembali ke kapal, kami sempatkan juga untuk berfoto bersama agar mempunyai kenangan yang sungguh sangat berkesan ditempat ini Ketika kami sudah berada dikapal kembali dan melanjutkan perjalanan ke pulau yang berikutnya kegiatan yang kami lakukan selama perjalanan tak lain dan tak bukan adalah santai sambil ngobrol sekaligus motret seru2an diatas kapal. Seru banget pastinya, karena tidak setiap saat kita dapat ngumpul
bareng seperti ini sambil motret2 diatas kapal ditengah laut yang indah ini Puas dengan motret seru2an, beberapa teman ahirnya snorkling di spot snorkling yang kita lewati. Aku tidak ikut snorkling bersama mereka karena lumayan cukup letih beberapa kali naik mendaki keatas bukit dan juga trekking, jadi saya hanya memandang keseruan mereka bermain air ditengah laut dari atas kapal Pink Beach, sebuah pantai berpasir berwarna kemerahan.

Pantai ini tidak begitu luas, namun selalu ramai dengan pengunjung Disini juga merupakan salah satu tempat snorkeling, karena taman bawah lautnya yang masih terjaga dan penuh dengan ribuan jenis ikan serta terumbu karang. Di pantai ini terdapat bukit memanjang dari ujung pantai ke ujung pantai yang lainnya dan sayapun memutuskan untuk memandang indahnya Pink Beach ini dengan mendaki ketas bukitnya Dari atas bukit, kita pun dapat melihat indahnya bukit2 dikejauhan, benar2 menakjubkan pemandangan alamnya, sayang jika tidak di abadikan . Perjalanan ahirnya tiba di Pulau Kalong dan kami berencana untuk menikmati matahari terbenam di pulau Kalong ini. Hari masih terang ketika tiba disini, dansambil menunggu saatnya Sunset, kitapun turun menepi menuju pantai. Kembali lagi disini beberapa teman mengisi waktu dengan berenang sambil snorkeling dan ada yang sendiri menikmati indahnya suasana alam Sedangkan saya bersama bu Puspa, bersama kita jalan dipesisir pantai sambil mencari kerang-kerang kecil yang banyak bertebaran di pesisir pantai. Ketika langit sudah terlihat mulai kemerahan, kamipun segera kembali ke kapal, agar bisa menikmati indahnya suasana matahari terbenam dari atas kapal, dan juga saat itu ada pemandangan yang sangat menakjubkan, yaitu ratusan kalong atau kelelawar secara bersamaan keluar dari rumahnya di pulau Kalong ini dan terbang diatas langit yang berwarna kemerahan.

Indah pemandangannya. Namun saya hanya sempat mengabadikan momen tersebut sebentar saja, karena terkesima dengan indahnya keadaan. Keesokan harinya sebelum matahari terbit kami semua sudah terbangun, dan sambil menikmati kopi atau teh, kamipun duduk-duduk sambil menghirup udara segar dan menikmati indahnya pemandangan pagi hari. Kapal pun sejak pagi-pagi sekali sudah bergerak, berlayar kembali setelah semalam kita menginap di perairan di sekitar pulau Kalong. Ketika matahari sudah menampakkan sinarnya, mulai lagi kesibukan diatas kapal terjadi semua tidak ingin kehilangan momen memotret dari atas kapal dikala matahari terbit Secara bergantian masing-masing pun siap menjadi modelnya, meski kami semua belum sempat mandi dipagi hari Seru, asyik dan menyenangkan sekali kebersamaan yang terjalin diantara kami semua. Sungguh merupakan pengalaman yang sangat berbeda, menikmati indahnya suasana matahari terbit ditengah laut, terasa sangat bermakna Dalam perjalanan kembali ke pelabuhan Labuan Bajo, kami singgah sejenak ke desa nelayan di Pulau Messah , dan bertemu dengan penduduk setempat. Mereka semua menyambut kedatangan kami dengan hati riang gembira dan sangat ramah. Baik anak-anak maupun orang tuanya semua senang dengan kehadiran kami di pulau tersebut. Desa nelayan di Pulau Messah, dengan penduduknya yg ramah dan bersahaja ini, letaknya tidak begitu jauh dari Labuan Bajo.Dapat dijangkau dengan naik kapal selama 1 jam atau sekitar 20 menit degan naik speedboat. Ahirnya Kapalpun tiba kembali di pelabuhan Labuan Bajo Tanpa terasa, perjalanan 3 hari 2 malam berlayar di perairan Taman Nasional Komodo inipun harus berakhir dengan membawa sejuta kebahagiaan indah . Kita sudah tiba kembali di Pelabuhan Dermaga Labuan Bajo Setelah menikmati Komodo Trip selama 3 hari 2 malam Bu Puspa Sampai jumpa lagi Mana nih Pak Har Tuh Pak Har tuh Pak Har, pagi-pagi jangan gedor2 ya sunrise sunrise Masak janjian setengah lima, setengah enam baru bangun eeeeh
….

enak ajaa Terima kasih untuk teman2 yang sudah menyaksikan tayangan ceritaku ceritamu berlayar ke pulau Komodo dan sekitarnya ini, jangan lupa Klik Subscribe jika Anda belum subscribe, agar kita dapat jumpa kembali di video ceritaku ceritamu selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *