Di Balik Layar Open Trip 3D2N : Ketika Kapal Stuck di Pulau Komodo

Di Balik Layar Open Trip 3D2N : Ketika Kapal Stuck di Pulau Komodo

Pada akhir September lalu, Keiser Travel mendapat kepercayaan dari dua tamu asal Jerman, Bernadette dan Servet. Mereka adalah pasangan suami istri yang baru pertama kali berkunjung ke Indonesia, dan Labuan Bajo menjadi destinasi pertama yang mereka pilih. Komunikasi awal terjadi pada tanggal 23 September. Setelah tim admin memberikan beberapa pilihan kapal yang tersedia untuk program open trip 3D2N pada tanggal 25-27 September, mereka langsung tertarik dengan Arumi Phinisi. Selain desain kapalnya yang menarik, harganya juga dinilai paling sesuai dengan budget mereka. Untuk proses pembayaran, mereka memilih untuk bertemu secara langsung karena sudah tiba di Labuan Bajo dua hari sebelum keberangkatan. Pertemuan dilakukan di hotel tempat mereka menginap, Casa Yoshua. Proses pembayaran berjalan lancar dan santai.
Hari Pertama – 25 September, Awal Perjalanan yang Menyenangkan
Perjalanan dimulai dari Pelabuhan KP3. Seperti prosedur pada umumnya, seluruh tamu berkumpul di pelabuhan dan melakukan scan barcode sebelum naik ke kapal. Destinasi di hari pertama adalah Pulau Kelor untuk trekking ringan dengan pemandangan laut yang luas dari atas bukit, dilanjutkan ke Pulau Manjarite untuk snorkeling menikmati jernihnya air dan terumbu karang. Menjelang sore, rombongan menuju Pulau Kalong untuk menyaksikan momen matahari terbenam sambil melihat ribuan kelelawar yang terbang keluar dari hutan bakau.
Hari Kedua – Tantangan Tak Terduga di Pulau Komodo Hari kedua diawali dengan trekking di Pulau Padar, salah satu ikon wisata Labuan Bajo yang menawarkan pemandangan perbukitan yang sangat indah. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Pulau Komodo untuk melihat komodo secara langsung di habitat aslinya. Namun, kendala muncul saat berada di Pulau Komodo. Mesin kapal mengalami gangguan dan tidak dapat menyala, sehingga kapal harus tertahan di Pulau Komodo selama seharian. Akibatnya, tiga destinasi yang seharusnya dikunjungi di hari kedua, yaitu Pink Beach, Taka Makassar dan Manta Point, terpaksa dibatalkan dan dijadwalkan ulang ke hari ketiga. Pihak kapal segera mengambil tindakan dengan mendatangkan mekanik ke lokasi. Di sisi lain, tour guide yang bertugas juga berupaya menjaga suasana tetap kondusif dengan terus memberikan informasi dan menenangkan para tamu.
Hari Ketiga – Penyesuaian Itinerary
Pada hari terakhir, perjalanan dilanjutkan ke Pink Beach, destinasi snorkeling dengan keunikan pasirnya yang berwarna merah muda. Kemudian kapal bergeser ke Taka Makassar, destinasi dengan keunikan pasir yang timbul di tengah-tengah laut dan bentuknya dipengaruhi oleh gelombang arus. Selanjutnta ke Manta Point, salah satu surga snorkeling di Labuan bajo dan tamu berkesempatan melihat pari manta jika beruntung. Destinasi terakhir adalah Pulau Sebayur untuk snorkeling sebelum kembali ke Labuan Bajo.
Setelah trip selesai, tamu sempat meminta pertanggungjawaban terkait kendala yang terjadi. Sebagai agent, Keiser Travel langsung berkoordinasi dengan pihak kapal Arumi Phinisi untuk menjelaskan kronologi di lapangan dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Akhirnya, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, khususnya bagi manajemen kapal Arumi Phinisi untuk lebih memperhatikan kesiapan dan pengecekan kapal sebelum berlayar. Memang, hal-hal tak terduga di laut sering kali tidak dapat dihindari, namun dengan persiapan yang lebih matang, kendala seperti ini tentu dapat diminimalisir. Terima kasih kepada Bernadette dan Servet atas kepercayaannya telah memilih Keiser Travel untuk perjalanan pertama mereka di Indonesia
Copyright © 2026 Paket Wisata Sharing Trip Komodo